Ketua Komisi I DPRD Nunukan Usulkan Pembentukan Batalyon TNI AD di Perbatasan Sebatik dan Krayan

oleh -
oleh
Ketua Komisi I DPRD Nunukan, Andi Muliyono

NUNUKAN.LK – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan, Andi Muliyono, meminta pemerintah pusat memberikan keistimewaan terhadap pulau Sebatik dan Krayan dengan membentuk Batalyon TNI AD guna memaksinalkan pengawasan di wilayah perbatasan.

“Kalau bicara aturan memang pulau Sebatik dan Krayan masih setingkat kecamatan, tapi lihatlah kedua wilayah ini sebagai garis perbatasan Indonesia yang butuh lebih banyak satuan pengamanan,” kata Muliyoni, Rabu (23/09/2026).

Sebagai wilayah perbatasan yang memiliki akses keluar masuk orang dan barang, pulau Sebatik dan Krayan memiliki tingkat kerawanan sangat tinggi terhadap penyelundupan barang terlarang maupun tindak pidana perdagangan manusia.

Keberadaan personel satuan TNI AD yang lebih banyak setingkat Batalyon akan mempermudah pengawasan garis-garis perbatasan. Selain itu, TNI juga dapat membantu pemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah.

“TNI sangat dekat dengan masyarakat, kemanunggalan ini sudah ada sejak dulu hingga sekarang, jadi semakin banyak TNI, semakin aman juga wilayah itu,” sebutnya.

Terlepas tugas utama menjaga keamanan NKRI, keberadaan TNI bisanya dihubungkan dengan peran sosial dan kemanusiannya dalam membantu wilayah mengatasi pendidikan, kesehatan mau tanggap darurat.

“Kehadiran TNI meenjadi perwakilan negara dalam mengatasi keterisoliran wilayah dan menjaga kedaulatan, keamanan dan kesejahteraan masyarakat,’’ tegasnya.

Selama ini tiap HUT TNI selalu alutsista perang sebagai seremoni megah dan secara bersamaan para perwira tinggi TNI di wilayah pelosok negeri membacakan amanah Panglima dan instruksi Presiden.

Semua ini tidak memiliki pengaruh besar bagi wilayah perbatasan yang masih sangat tertinggal dengan berbagai persoalan seperti minimnya infrastruktur, pendidikan hingga layanan kesehatan masyarakat.

“Jangan membuat APBN mubazir tanpa hasil, seperti pembangunan PLBN di Sebatik, Krayan dan Lumbis dan menambah peralatan tempur, sementara wilayah perbatasan masih tertinggal,” bebernya.

Sebagai anggota DPRD asal pulau Sebatik, Muliyoni memahami bentul kondisi riil wilayah perbatasan Indonesia, tidak sedikit kegiatan ilegal lepas dari pantauan aparat keamanan karena minimnya jumlah personel.

Penambahan jumlah personel TNI setidaknya akan menghambat atau mengurangi pelanggaran hukum di wilayah perbatasan baik darat maupun laut yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia.

“Perbatasan Sebatik memiliki banyak pintu jalur tikus yang dapat terhubung ke Malaysia. untuk mencerah ini tentunya butuh lebih banyak personel TNI maupun Polri,” ungkapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.