Pemerintah pusat melalui APBN di tahun 2026 telah mengalokasikan pagu anggaran ke rekening BGN sebesar Rp 260 triliun. Presiden RI Prabowo Subianto juga menyiapkan Rp 67 triliun untuk kebutuhan tambahan.
Guna memaksimalkan program pemenuhan gizi, Presiden Prabowo merekrut anak-anak muda di seluruh pelosok tanah air lulusan sarjana berbagai program studi di didik di Universitas Pertahanan menjadi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI)
“Semua SPPG di seluruh Indonesia dipimpin SPPI, syarat ini mutlak untuk memenuhi standar gizi nasional,” jelasnya.
Keinginan masyarakat membangun SPPG sangat tinggi, hal ini terlihat dari data pendirian SPPG di seluruh Indonesia yang sepenuhnya dibiayai masyarakat. Sebagai contoh, SPPG Tanjung Karang dibangun oleh H. Nuwardi atau biasa disebut H. Momo.
Kontribusi pembangunan SPPG dari masyarakat ini sangat luar bisa, bahkan BGN di tahun 2025 dan 2026 cukup kewalahan dalam membendung keinginan partisipasi masyarakat mendirikan SPPG ditiap daerah.
“Jika membangun SPPG butuh dana Rp 2 miliar, maka berapa triliun uang disiapkan pemerintah membangun 21.335 SPPG. Inilah hebatnya masyarakat Indonesia dalam membantu pemerintah,” ungkapnya.


