Irwan Sabri Canangkan Sensus Ekonomi 2026 dan Luncurkan Kredit Mikro UMKM

oleh -299 views
oleh
Bupati Nunukan Irwan Sabri bersama kepala BPS Kaltara, Dr. Mustaqim, kepala BPS Nunukan, Dr. Iskandar Ahmaddien, perwakilan Forkopimda Nunukan, anggota DPRD Nunukan dan pimpinan OPD Nunukan menghadiri pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dan peluncuran Kredit Mikro UMKM di gedung UKMM Nunukan

NUNUKAN.LK – Program unggulan Energi Baru Bupati Nunukan, Irwan Sabri, menjadi landasan dasar pemerintah daerah dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.

Pernyataan itu disampaikan Irwan Sabri saat menghadiri pencanangan Sensus Ekonomi 2026, yang dirangkaikan dengan peluncuran program kredit mikro UMKM di gedung UMKM Center Nunukan, Minggu, 14 Juni 2026.

“Pembangunan ekonomi yang kuat suatu daerah harus dimulai dari data yang akurat dan kebijakan yang tepat sasaran,” kata Irwan, Minggu (14.06/2026).

Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dan peluncuran program kredit mikro UMKM dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara Dr. Mustaqim, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah, anggota DPRD Nunukan, pelaku usaha, serta berbagai elemen masyarakat.

Irwan menerangkan, sensus ekonomi 2026 menjadi bagian penting dari implementasi program energi baru untuk menghadirkan pembangunan yang berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.

“Energi Baru bukan hanya slogan, tetapi semangat perubahan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik, ekonomi yang lebih kuat, dan kesejahteraan yang lebih merata,” sebutnya.

Untuk itu, Pemerintah Nunukan membutuhkan data yang akurat dan riel agar setiap kebijakan yang laksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan para pelaku usaha itu sendiri.

Bersamaan dimulainya sensos ekonomi yang dilaksanakan 16 Juni – 31 Agustus 2026, Irwan mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk mendukung kegiatan dengan cara menerima kedatangan petugas BPS.

“Ketika petugas datang ke rumah, tolong berikan jawaban yang sebenar-benarnya, sejujur-jujurnya, serta selengkap-lengkapnya sesuai kondisi yang ada,” ucapnya.

Masyarakat tidak perlu khawatir dalam memberikan data karena sensus ekonomi tidak berkaitan dengan perpajakan maupun retribusi. Data diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya dan akan digunakan untuk kepentingan pembangunan daerah

“Jangan takut menerima petugas BPS, sensus ekonomi bukan untuk tujuan perpajakan,” tegasnya.

Diwaktu bersamaan, Irwan juga meluncurkan program kredit mikro UMKM yang didukung oleh Bank Kaltimtara. Program ini merupakan langkah nyata dari Pemerintah Nunukan dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai penggerak utama perekonomian daerah.

“Sensus ekonomi dan kredit mikro UMKM merupakan program yang saling melengkapi. Sensus menghasilkan data akurat mengenai kondisi kebutuhan pelaku usaha, sedangkan kredit mikro UMKM adalah instrumen memperkuat akses permodalan usaha,” ungkapnya.

Kepala BPS Kaltara, Dr. Mustaqim, menjelaskan data hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting bagi perencanaan pembangunan ekonomi daerah dalam jangka panjang.

“Data akan Sensus Ekonomi akan menjadi rujukan utama pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi selama sepuluh tahun ke depan. Data ini juga dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pembangunan daerah,” jelasnya.

Perkembangan teknologi telah mengubah pola aktivitas ekonomi masyarakat. Saat ini banyak usaha tidak lagi beroperasi secara konvensional, tetapi berkembang melalui platform digital seperti media sosial, marketplace, reseller, dropshipper, jasa titip, dan berbagai layanan berbasis internet lainnya.

“Perubahan ekonomi dari konvensional menuju digital menjadi tantangan tersendiri dalam pendataan. Oleh karena itu, Sensus Ekonomi 2026 harus mampu menangkap seluruh aktivitas ekonomi tersebut agar gambaran ekonomi yang dihasilkan benar-benar lengkap dan sesuai kondisi lapangan,” tambahnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.