Inspektorat Nunukan Sudah Ekspos Perhitungan Kerugian KPN Sejahtera ke Polisi

oleh -
oleh
Plang KPN Sejahtera terpasang di kantor Jalan RA Kartini Nunukan

NUNUKAN.LK – Kantor Inspektorat Nunukan, Kalimantan Utara, telah menyampaikan mengekspos hasil perhitungan laporan keuangan Koperasi Pegawai Negeri (PNS) Sejahtera ke penyidik unit Reskrim Polres Nunukan.

“Audit perhitungan keuangan KPN Sejahtera atas permintaan Polres Nunukan, guna penanganan perkara dugaan korupsi kerugian daerah,” kata Sekretaris kantor Inspektorat Nunukan, Firdaus, Kamis (22/05/2025).

Ekspos Inspektorat digelar Senin 19 Mei 2025 dihadiri penyidik unit Reskrim Polres Nunukan, dimana dalam ekspos disepakati adanya perbaikan beberapa item data laporan perhitungan terhadap pengelolaan keuangan KPN Sejahtera.

Dari kesepakatan itulah, pejabat inspektur pembantu kantor Inspektorat Nunukan, meminta waktu untuk mereview ulang hasil perhitungan sesuai permintaan Polisi selambat-lambatnya disempurnakan akhir bulan Mei 2025.

“Mungkin minggu depan sudah kita selesaikan perbaikan-perbaikan perhitungan KPN sejahtera, nanti akan muncul dimana saja kerugian daerah,’ ucapnya.

Firdaus menuturkan, perbaikan perhitungan keuangan KPN sebagai bentuk kehati-hatian penyidik Polres Nunukan, dalam menyajikan data angka dugaan kerugian negara yang nantinya akan menjadi barang bukti di persidangan.

Data keuangan KPN yang menjadi pemeriksaan dimulai sejak berdirinya koperasi tahun 2001 hingga dibekukan kepengurusan tahun 2022. Semua laporan keuangan disajikan, termasuk rincian penyertaan modal sebanyak 3 tahap dari Pemerintah Nunukan sebesar Rp 12 miliar.

“Bayangkan barang ini sejak 2001, saking lamanya, banyak berkas laporan keuangan tersaji di kertas sudah terhapus, namanya kertas pasti bisa rusak,” jelasnya.

Selain mendapat penyertaan modal dari pemerintah, KPN mengelola uang iuran per bulan yang dipungut dari pegawai negeri sebagai anggota koperasi. Pungutan iuran ini berjalan sejak tahun 2021 hingga 2022.

Koperasi pada awalnya mengelola kredit kendaraan jenis Honda legenda untuk pegawai Pemerintah Nunukan, setelah berjalan beberapa tahun, koperasi mengembangkan usaha dengan kredit perumahan untuk PNS.

“Manajemen koperasi 2 kali berganti, pertama dipimpin Hanafiah (mantan wakil Bupati Nunukan, kemudian digantikan pak Umboro,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Nunukan Iptu Agustian Sura Pratama mengatakan, pihaknya menggandeng Inspektorat Nunukan dalam menghitung keuangan koperasi yang diduga terjadi kerugian negara.

“Kita sudah beberapa kali mendesak Inspektorat Nunukan cepat menghitung karena penyelidikan ini sudah lama tertahan,” tuturnya.

Akibat lambatnya perhitungan, agenda-agenda yang telah dirancang Polres Nunukan molor menyesuaikan keadaan, Padahal penyidik sudah mengatur jadwal ekspos perkara di Polda Kaltara, maupun untuk penetapan tersangka.

“Awalnya agenda penetapan tersangka April 2025, tapi karena berkas hasil perhitungan ada jadi kita perlu menjadwal ulang semua,” bebernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.