IDI Nunukan Ajarkan Masyarakat Teknik Medis Penanganan Korban Henti Nafas

oleh -
oleh
Plt. Sekda Nunukan, Ir. Jabbar dan Ketua IDI Nunukan, dr Sholeh Rauf di acara seminar awam dan workshop kesehatan teknik bantuan hidup dasar bagi penanganan henti nafas

NUNUKAN.LK – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Nunukan, Ir. Jabbar, membuka seminar awam dan workshop kesehatan yang dilaksanakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Nunukan, di Gedung Aztrada, Sebatik Timur, Minggu (26/10).

“Seminar kesehatan yang diikuti oleh para ASN, TNI/Polri, ibu rumah tangga, dan tokoh – tokoh masyarakat dilaksanakan dalam rangka hari jadi IDI ke-75,” kata Jabbar, Senin (27/10/2205)

Seminar awam dan workshop kesehatan yang mengambil tema “Bersama kita kuat, Membagun solidaritas dalam memajukan IDI Nunukan” menghadirkan narasumber dokter dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan,

“Kita undang juga dokter dari medical center Tawau, Sabah, Malaysia, dr. Fadzly untuk hadir di seminar kesehatan di perbatasan ini,” ujar.

Jabbar menyampaikan apresiasi kepada IDI Kabupaten Nunukan, yang berhasil menggelar seminar guna memberikan edukasi tentang kesehatan kepada masyarakat, khususnya terkait dengan penanganan pertama ketika terjadi gangguan jantung dan henti nafas.

“Masyarakat perlu mengetahui tindakan pertama yang perlu kita lakukan ketika ada seseorang mengalami gangguan jantung dan henti nafas,” tuturnya.

Ketua IDI Kabupaten Nunukan, dr. Sholeh Rauf mengatakan bahwa seminar ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang bagaimana melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk mengembalikan pernafasan dan sirkulasi darah pada korban mengalami henti napas.

“Langkah-langkah utamanya adalah pastikan aman, cek respon korban, hubungi bantuan medis, berikan kompresi dada yang kuat dan cepat, lalu buka jalan napas dan berikan nafas buatan,” ucapnya.

Bantuan hidup dasar merupakan serangkaian usaha untuk mengembalikan fungsi atau sirkulasi pernapasan pada seseorang yang mengalami henti jantung, gangguan pernapasan, henti napas, atau sumbatan jalan napas.

“Pengetahuan ini sangat penting untuk meningkatkan ketahanan kesehatan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap situasi darurat medis,” jelas Sholeh.

No More Posts Available.

No more pages to load.