Ibnu Saud Resmikan Pengoperasian SPPG Selisun Nunukan

oleh -
oleh
Pembina Yayasan Aztrada Garuda Jaya, Ibnu Saud Is bersama Bupati Nunukan Irwan Sabri dan pejabat Forkopimda serta pengusaha lokal asal Sebatik H. Nuwardi meresmikan SPPG Selisun

NUNUKAN.LK – Pembina Yayasan Aztrada Garuda Jaya, Ibnu Saud Is, meresmikan pengoperasian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Selisun di Jalan Lingkar, Kecamatan Nunukan, Selatan. Kabupaten Nunukan.

SPPG Selisun merupakan SPPG ke – 6 yang dikelola oleh Yayasan Aztrada Garuda Jaya di wilayah Kalimantan Utara. Dari 6 unit SPPP tersebut, dua unit berada di pulau Sebatik dan satu unit di Kecamatan Nunukan.

Pembina yayasan Yayasan Aztrada Garuda Jaya, Ibnu Saud, dalam sambutannya mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus hadir seluruh pelosok negeri dari perkotaan hingga ke wilayah pedalaman.

“Program Presiden RI Prabowo Subianto ini harus benar-benar hadir di seluruh tanah tumpah darah Indonesia agar tercipta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia secara merata,” kata Ibnu, Senin (20/04/2026).

Ibnu menerangkan sebagian masyarakat menilai bahwa MBG bukanlah program investasi. Menurutnya, pendapat tersebut tidaklah benar karena MBG merupakan program visi misi presiden yang bertujuan memperbaiki kesehatan dan kecerdasan.

Lewat MBG, pemerintah menyediakan gizi seimbang bagi pertumbuhan tubuh sejak dalam kandungan, ribuan ibu-ibu hamil dan anak-anak balita hingga anak remaja sekolah mendapatkan asupan makan gratis.

“Sejak dalam kandungan balita sudah diberikan asupan makan gratis, setelah lahir diberikan lagi makanan bergizi, begitu pula setelah masuk sekolah,” tuturnya.

Program MBG juga dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar siswa – siswi karena anak-anak mendapatkan asupan makanan yang cukup sehat, sistem kerja ini sangat membantu mencerdaskan anak.

Pemerintah Indonesia sangat konsen terhadap pembangunan Manpower atau pengembangan SDM dalam jangka panjang agar dalam berapa tahun kedepan Indonesia dapat menuju masyarakat cerdas, sehat dan bermartabat.

“Sejak ada MBG, perekonomian di level bawah semakin berkembang, petani, nelayan dan UMKM kebanjiran pesanan bahan makanan bergizi dari dapur SPPG,” sebutnya.

Untuk itu, Saud meminta semua pengelola SPPG dibawah pengelolaan yayasan Aztrada Garuda Jaya harus menggunakan makanan fresh dan segar bukan bahan makanan kalengan yang diawetkan agar roda usaha ekonomi bawah dapat berputar.

Bertambahnya jumlah dapur SPPG di wilayah Kaltara harus diimbangi dengan kebutuhan bahan pangan, jika seluruh SPPG sudah aktif beroperasi, maka bisa dipastikan tiap daerah akan kekurangan bahan makanan untuk MBG.

“Sebagian SPPG di Tarakan, Bulungan dan Tana Tidung belum beroperasi, itu nanti kalau mereka sudah beroperasi semua pasti kekurangan bahan pangan. Itu artinya, MBG sangat membantu pergerakan ekonomi di level bawah,” terangnya.

Ibnu meminta Bupati Nunukan bersama Forkopimda ikut membantu mengawasi dapur SPPG agar pengelolaan penyiapan MBG benar-benar terdistribusi dengan baik sesuai standar mutu ditetapkan Badan Gizi Nasional.

Dapur SPPG Selisun melayani distribusi untuk empat sekolah masing-masing 3 Paud dan 1 SMAN di Kecamatan Nunukan Selatan. Jumlah sasaran kemungkinan akan bertambah seiring masuknya data baru

“Jumlah data penerima saat ini masih 1.009 orang, kami juga masih menunggu data susulan untuk ibu hamil,” ungkapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.