Hujan Deras Rusak Jembatan Menuju MI Darul Furqon Sebatik

oleh -107 views
oleh
Murid dan guru MI Darul Furqon Sebatik melintasi sungai menuju sekolah akibat jembatan menuju sekolah ambruk

NUNUKAN.LK – Hujan yang melanda pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, dalam berapa hari terakhir mengakibatkan tanah longsor dan merusak jembatan penghubung di Jalan Sinta RT 14, Dusun Berjoko, Kecamatan Sebatik Tengah.

“Tadi pagi pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa sudah melakukan peninjauan ke lokasi untuk memastikan kondisi dan dampak yang ditimbulkan,” kata Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, Selasa (02/06/2026).

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, hujan deras yang terjadi Senin malam hingga pagi Selasa 02 Juni 2026 mengakibatkan tanah yang berada di sisi-sisi jembatan bergerak hingga menyebabkan jembatan ambruk.

Akibat kejadian itu, jembatan tidak lagi dapat dilalui pejalan kaki maupun kendaraan. Saat ini masyarakat di sekitar lokasi kejadian memanfaatkan akses jalan alternatif melintasi sungai dan perkebunan kelapa sawit.

Kerusakan jembatan berdampak terhadap aktivitas warga, terutama terhadap puluhan siswa – siswi dan tenaga pengajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Furqon Sebatik yang melintasi jembatan untuk menuju lokasi sekolah.

“Kami menghimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dan menggunakan jalur alternatif yang tersedia,” ujarnya.

Sebagai langkah penanganan awal, Pemerintah Desa Sungai Limau bersama masyarakat berencana membangun jembatan darurat agar kendaraan roda dua tetap dapat melintas dan akses masyarakat kembali terbuka.

Selain itu, Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah, telah pula koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan guna mempercepat penanganan lebih lanjut

“Tindakan penanganan darurat yang dilakukan untuk mengurangi dampak gangguan akses transportasi dan mempercepat pemulihan konektivitas masyarakat,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah MI Darul Furqon, Sebatik, Adnan Lolo menerangkan aktivitas sekolah terganggu bersamaam ambruknya jembatan karena anak-anak kesulitan menuju sekolah.

“Jembatan ambruk, jadi petugas MBG hanya bisa mengantar makanan sebelum jembatan, jadi anak-anak makan di pinggir sungai dekat jembatan ambruk,” tuturnya.

Adnan menuturkan, musim penghujan yang terjadi dalam satu pekan ini menghambat transportasi kendaraan menuju sekolah. Anak-anak yang biasa berjalan kaki ke sekolah terpaksa menggulung celana dan menenteng sepatu menuju sekolah

Untuk menuju sekolah, anak-anak harus melintasi setidaknya tiga jembatan, dimana pertama sempat roboh dan telah diperbaiki oleh Satuan Brimob Polda Kaltara beberapa waktu lalu.

“Sekarang giliran jembatan kedua roboh dan kembali memaksa murid murid MI Darul Furqon harus menyeberangi kali yang banjir demi ujian semester,” bebernya.

No More Posts Available.

No more pages to load.