NUNUKAN.LK – Bertambahnya jumlah dapur SPPG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, secara tidak langsung memperluas jangkauan penyebaran Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar dan ibu hamil.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri saat menghadiri undangan peresmian pengoperasian dapur SPPG Selisun di Kecamatan Nunukan Selatan, yang dikelola Yayasan Aztrada Garuda Jaya.
“Sampai hari ini ada 15 unit SPPG di Kabupaten Nunukan, jangkauan distribusi MBG dari hari ke hari semakin meluas dan merata di semua tingkat pendidikan dari Puad/TK sampai SMA,” kata Bupati Nunukan, Irwan, Senin (20/04/2026).
Efek domino dari berdirinya dapur SPPG adalah penyerapan lapangan kerja baru dan secara bersamaan perputaran ekonomi di Kabupaten Nunukan terus meningkat seiring banyak permintaan bahan pangan.
Pemerintah Nunukan sangat mendukung berdirinya dapur-dapur MBG terutama di wilayah-wilayah perbatasan dan pedalaman karena masyarakat disana sangat membutuhkan asupan makan bergizi bantuan pemerintah.
“Program MBG sangat penting dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dan mencegah angka stunting yang sangat mengancam generasi di masa depan,” sebutnya.
BMG adalah program investasi jangka panjang, sehingga hasilnya mungkin tidak terlihat dalam satu atau dua tahun, namun percayalah dalam waktu panjang program ini pasti bisa memperbaiki hidup dari anak-anak di masa mendatang.
Irwan mengakui, pemerintah tidak menutup mata bahwa program MBG masih banyak kekurangan dan catatan yang perlu diperbaiki, tetapi percayalah MBG ini adalah program sangat mulia dari presiden RI.
“Bayangkan setelah 80 tahun Indonesia merdeka, baru presiden Prabowo bisa menjalankan MBG dengan jumlah penduduk hampir mencapai 300 juta jiwa,” bebernya.
Pendapat sebagian masyarakat yang menyatakan program MBG tidak bermanfaat adalah pemikiran salah, karena MBG diciptakan untuk membantu kesehatan dan SDM masyarakat sejak usia dini ditingkat sekolah.
Program MBG lahir dari pengalaman presiden Prabowo dalam kunjungan ke berapa daerah, dimana banyak anak-anak Indonesia tumbuh dalam kekurangan gizi dengan postur tubuh pendek tidak sesuai usia.
“Saya dengar sendiri pernyataan presiden soal ini, beliau berkunjungan ke lapangan melihat keadaan anak-anak Indonesia tubuhnya kecil dan stunting, dari sinilah muncul program MBG,” terangnya.
Irwan secara tegas menyatakan dukungannya dan siap mensukseskan program MBG di Kabupaten Nunukan, dukungan penuh ini akan dikoordinasikan dengan unsur Forkopimda agar bersama-sama mengatasi semua SPPG.
Khusus kepada SPPG, Irwan meminta pengelola agar bisa memberdayakan masyarakat sekitarnya dalam bekerja, dan melibatkan pelaku usaha ekonomi level bahwa dalam menyediakan bahan pangan.
“Saya juga minta pengelola SPPG agar menjaga kualitas makan dan minum, kemudian libatkan petani, nelayan dan UMKM dalam menyiakan pasokan bahan pangan,” tutupnya.




