Emak- Emak Muda Mendominasi Lomba Mabettang Rumput Laut HUT Kabupaten Nunukan ke-27

oleh -
oleh
Emak-emak muda mendominasi lomba Mabentang hari jadi Kabupaten Nunukan ke-27 tahun 2026

NUNUKAN.LK –  Puluan warga mengikuti lomba Mabettang atau mengikat rumput laut yang diselenggarakan Pemerintah Nunukan, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Nunukan ke-27 tahun 2026.

Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Nunukan, Joned, mengatakan Mabentang atau dalam istilah bahasa lokal Nunukan disebut mengikat rumput laut merupakan salah satu kegiatan dalam budidaya rumput laut.

“Peserta lomba kebanyakan pekerja rumput laut, mereka sangat cetakan dalam mengikat bibit-bibit rumput laut di tali bentangan,” kata Joned, Senin (05/10/2026).

Lomba mabettang mendapat respon dari masyarakat, puluhan pria dan wanita mendaftarkan  dirinya untuk mendapatkan hadiah dan sekaligus buktikan keahlian dalam kecepatan maupun kerapian dalam merangkai ikatan bibit rumput laut.

Bagi warga di pesisir pantai pulau Nunukan dan Sebatik, Mabettang bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari aktivitas yang berkaitan dengan kehidupan maupun perekonomian masyarakat pembudidaya rumput laut.

“Ini adalah tahun kedua kita mengadakan lomba Mabentang. Antusiasme peserta luar biasa, kedepan kualitas event akan kita tingkatkan,” sebutnya.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti perlombaan. Ketua Panitia Lomba Mabentang, Darmi, menyebut sebanyak 50 peserta mendaftarkan diri, dengan 46 peserta hadir dan mengikuti perlombaan.

“Peserta yang hadir sebanyak 46 orang, terdiri dari 12 peserta putra dan 34 peserta putri,” jelasnya.

Joned menerangkan, jumlah peserta lomba Mabettang sebanyak 46 orang terdiri 12 orang laki-laki dan 34 orang perempuan, peserta lebih didominasi para emak-emak muda yang sehari-hari bekerja sebagai pengikat rumput laut.

Pemerintah Nunukan memandang lomba mabettang tidak hanya sebagai hiburan dalam hari jadi Kabupaten Nunukan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mengangkat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Mabettang sudah menjadi aktivitas penggerak ekonomi masyarakat. Satu sisi lomba ini menghibur, di sisi lain juga menggerakkan ekonomi mereka,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan lomba, peserta diuji tidak hanya dari sisi kecepatan, tetapi juga kerapian dan ketepatan dalam mengikat rumput laut. Setiap peserta diberikan waktu maksimal 10 menit untuk menyelesaikan satu bentangan dengan panjang rata-rata 15 depa.

Penenang tidak hanya harus memenuhi waktu 10 menit, tim juri mengharuskan seluruh tali cincin harus terisi penuh dan saat pemeriksaan tidak ada yang terlepas atau jatuh dari tali bentangan.

“Penilaian tidak semata-mata peserta paling cepat menyelesaikan bentangan, kualitas ikatan menjadi bagian penting dalam menentukan pemenang,” bebernya.

No More Posts Available.

No more pages to load.