DPRD Nunukan Sentil Disdik Soal Sejumlah Guru Mengajar Tidak Sesuai SK Penempatan

oleh -150 views
oleh
Rapat kerja Komisi I DPRD Nunukan bersama Disdik Nunukan membahas evaluasi kerja dan realisasi anggaran pendidikan

NUNUKAN.LK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Dareah (DPRD) Nunukan, Kalimantan Utara, Muhammad Mansur meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Nunukan menempatkan guru sesuai Surat Keputusan (SK) tempat tugas.

Pernyataan itu disampaikan Mansur dalam rapat kerja Komisi I DPRD Nunukan di ruang Ambalat I DPRD Nunukan, dengan mengundang sejumlah perwakilan kepala bidang, bagian keuangan, kepala sekolah dilingkungan Disdik Nunukan.

“Saya temukan sejumlah guru – guru mengajar di sekolah yang tidak sesuai SK penempatan lokasi unit kerja,” kata Mansur, Rabu (02/08/2026).

Tidak sinkronnya antara SK penempatan guru dengan unit tempat mengajar menyebabkan banyak hal, salah satunya berlebihnya jumlah guru di satu sekolah. Sementara di sekolah lainnya malah kekurangan guru.

Kekurangan guru di beberapa sekolah menjadi persoalan klasik yang bertahun-tahun belum mampu diselesaikan pemerintah, tidak sedikit sekolah memiliki jumlah guru tidak sesuai dengan jumlah murid.

“Misalnya, SK tugasnya Kecamatan Nunukan, mengajarnya di Kecamatan Sebatik, kekacauan seperti ini harus dibenahi oleh Disdik Nunukan,” sebutnya.

Meski begitu, Mansur tidak mempersoalkan ketika ada kondisi tertentu, misalnya suami ASN bekerja di pulau Nunukan dapat meminta istrinya yang mengajar di Sebatik untuk pindah ke lokasi kerja yang sama.

Kebijakan penempatan guru tidak sesuai SK tugas dapat dimaklumi jika menyangkut hal penting dan tidak merugikan pihak sekolah. Namun begitu, jangan jadikan alasan tersebut sebagai kemudahan pribadi.

“Kami tidak ingin juga memisahkan lokasi kerja suami dan istri, tapi sebagai ASN harusnya mematuhi aturan siap bekerja dimana saja,” bebernya.

Mansur menerangkan, saat ini jumlah guru ASN dan PPPK di seluruh wilayah Kabupaten Nunukan sebanyak 3.236, jumlah ini belum merealisasikan kebutuhan jika dihitung dari jumlah sekolah maupun peserta didik.

Kekurangan guru di sejumlah sekolah tidak lepas dari tidak meratanya sebaran penempatan guru, tidak sedikit sekolah SD dan SMP memiliki guru berlebih, sedangkan di sekolah lainnya malah kekurangan guru.

“Guru-guru kita menumpuk di sekolah wilayah kota, mereka enggan ditugaskan di sekolah pedalaman dengan geografis alam yang sulit,” sebutnya.

Untuk itu, Mansur mengingatkan kepada Disdik Nunukan agar secepatnya membenahi sistem penempatan dan melakukan pemetaan guru dari sekolah yang kelebihan ke sekolah yang kekurangan.

Politisi Nasdem ini juga meminta Disdik Nunukan lebih tegas dan berani memberlakukan menempatkan guru, jangan mudah diintervensi ataupun selalu mengikuti permintaan guru dalam melaksanakan tugas sesuai keinginannya.

“Kekuangan guru di Kabupaten Nunukan antara 300 sampai 400 orang, setiap tahun ada guru pensiun, sedangkan pemerintah tidak diperbolehkan lagi merekrut guru honorer,” bebernya.

No More Posts Available.

No more pages to load.