DPRD Nunukan Kecewa Atas Walk Out Mahasiswa di RDP Beasiswa dan Asrama

oleh -138 views
oleh
Rapat Dengar Pendapat DPRD Nunukan bersama Bidang Kesra, Disdik Nunukan dan Mahasiswa membahas Beasiswa serta Asrama

NUNUKAN.LK – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyampaikan rasa kekecewanya terhadap oknum perwakilan mahasiswa yang meninggalkan ruang atau walk out dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas penyaluran beasiswa dan asrama luar daerah.

“Saya agak kecewa dengan adik-adik mahasiswa, kami DPRD sudah berusaha memfasilitasi mencari jalan keluar bersama, tapi niat baik ini tidak dihargai,” kata anggota DPRD Nunukan, Andre Pratama, Jumat (04/09/2206).

RDP harusnya berjalan sesuai rencana yakni mencari solusi atas tuntutan mahasiswa yang merasa tidak puas terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam menyalurkan beasiswa maupun tentang kelayakan asrama.

Pertemuan ini sendiri merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara DPRD Nunukan kelompok mahasiswa yang sebelumnya pada, Kamis (03/09/2026) menggelar aksi demo di depan gedung DPRD.

“Makanya kita adakan RPD agar mahasiswa mendengarkan langsung penjelasan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dari Bagian Kesra maupun Dinas Pendidikan,” sebutnya.

Agenda mencari solusi terhadap persoalan berakhirnya tanpa hasil karena ditengah pembahasan, dua perwakilan mahasiswa memilih walk out dan terlalu awal menilai pertemuan tidak menghasilkan penyelesaian.

DPRD Nunukan tidak bermaksud mengabaikan tuntutan mahasiswa. Setiap aspirasi disampaikan akan menjadi bahan pembahasan sesuai kewenangan lembaga legislatif.

“Masing-masing perwakilan OPD belum selesai menjelaskan duduk persoalan, tapi mahasiswa keluar ruang. Kami sudah coba menahan namun mereka tetap keluar,” beber Andre.

Pernyataan sama disampaikan anggota DPRD Nunukan, Muhammad Mansur, menurutnya keputusan adek-adek mahasiswa keluar ruang pertemuan adalah hak seseorang, hanya saja tindakan itu tidak seharusnya dilakukan oleh calon intelektual.

“Jujur saya sangat kecewa, adek-adek mahasiswa tidak memperlihatkan etika yang baik di hadapan lembaga legislatif maupun eksekutif,” terangnya.

Sejumlah anggota DPRD Nunukan yang hadir dalam pertemuan telah mempersiapkan catatan pertanyaan penting kepada OPD dan mahasiswa agar persoalan dapat terurai hingga tuntas menghasilkan solusi

DPRD juga telah bersepakat akan mengawasi lebih ketat program penyaluran bantuan beasiswa untuk tahun 2027 mendatang, termasuk data penerima bantuan dan sistem kerja hingga besaran nilai beasiswa.

“DPRD Nunukan siap menambah anggaran beasiswa jika dipandang perlu, begitu pula untuk anggaran renovasi asrama di luar daerah,” bebernya.

Sebagai orang berpendidikan, mahasiswa hendaknya memperhatikan tata bicara yang baik dan berperilaku lebih sopan. hormati orang yang lebih tua dan hargai para anggota DPRD maupun OPD yang sudah meluangkan waktu.

“Penyampaian pendapat oleh mahasiswa memang sudah dijamin dalam undang-undang. Akan tetapi, hendaknya dilakukan dengan cara-cara yang sopan dan berperilaku baik,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.