TARAKAN.LK – DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui tim Panitia Khusus (Pansus) IV terus mengakselerasi penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Literasi dan Perbukuan.
Upaya akeselerasi penyusunan Ranperda tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Pansus IV DPRD Kaltara ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan, Kamis (30/04/26).
Kunjungan yang dipimpin anggota Pansus IV, Hj. Siti Laela bersama Supaad Hadianto, dan Muhammad Hatta, disambut langsung oleh jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan.
Dalam pertemuan tersebut, Pansus IV melakukan pendalaman terhadap berbagai kebijakan, program, hingga implementasi pengembangan literasi dan perbukuan.
Kota Tarakan dinilai memiliki sejumlah inovasi yang dapat menjadi rujukan, khususnya dalam meningkatkan minat baca masyarakat dan pengelolaan perpustakaan yang adaptif.
Hj. Siti Laela menegaskan bahwa Ranperda Literasi dan Perbukuan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kaltara.
“Proses penyusunannya harus berbasis data, pengalaman empiris, serta selaras dengan kebutuhan riil masyarakat,” kata Hj. Siti, Jumat (01/05/2026)

Melalui kunjungan ini, DPRD Kaltara ingin menggali langsung strategi pemerintah kota dalam meningkatkan minat baca, pengelolaan perpustakaan, serta dukungan terhadap ekosistem perbukuan.
“Langkah ini menjadi bahan penting agar Ranperda yang disusun benar-benar aplikatif dan implementatif,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan memaparkan sejumlah program unggulan, di antaranya pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial, layanan perpustakaan keliling, serta kolaborasi aktif dengan sekolah dan komunitas literasi.
Namun demikian, mereka juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya, akses wilayah yang belum merata, serta kebutuhan peningkatan koleksi buku yang relevan dengan perkembangan zaman.




