NUNUKAN.LK – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disporapar) Nunukan, mengadakan Workshop Ekowisata Mangrove dan Sosialisasi Rehabilitasi Ekosistem Mangrove yang dilaksanakan di Mangrove Belaga-One Nunukan.
“Mangrove Belaga-One menjadi salah satu destinasi wisata yang ada di kabupaten Nunukan, dengan pemandangan Mangrove yang rimbun dan indah,” Asisten Administrasi Setkab Nunukan, Syafruddin, Kamis (30/10/2025).
Workshop dan sosialisasi mangrove yang digelar Kadisporapar Nunukan merupakan upaya dari pemerintah daerah dalam pelestarian lingkungan dan pengembangan potensi pariwisata hutan mangrove – mangrove di seluruh Kabupaten Nunukan.
“Ini workshop ke-dua kalinya dilaksanakan setelah sebelumnya pernah digelar di kawasan mangrove Sei Fatimah,” jelasnya.
Syafaruddin menyampaikan Pemerintah Nunukan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Disbudporapar dan panitia atas terlaksananya kegiatan karena langkah ini sangat tepat guna bersama-sama menjaga ekosistem dan kelestarian mangrove.
“Kita harus menjaga keindahan mangrove agar menjadi sumber pendapatan dari destinasi wisata untuk masyarakat Nunukan,” tuturnya.
Untuk itu, Pemerintah Nunukan mengajak masyarakat lebih mencintai dan memelihara lingkungan, terutama bagi penduduk yang tinggal di sekitar daerah mangrove dengan menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan.
Sementara itu Kadisporapar Nunukan, Abdul Halid dalam laporannya menyampaikan bahwa ada dua kegiatan dalam kali ini, yaitu workshop ekowisata mangrove dan penanaman seribu bibit mangrove.
“Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas masyarakat serta pengelola wisata untuk bagaimana menarik lebih banyak wisatawan,” bebernya.
Workshop dan sosialisasi digelar selama 45 hari dengan peserta dari UPTD Kehutanan Provinsi Kaltara, DLH Kabupaten Nunukan, North Borneo Adventure.



