Disdamkarmat Nunukan Sarankan APH Tindak Oknum Warga Pembakar Lahan

oleh -
oleh
Petugas Damkar Pos Sektor Sebatik bersama TNI berupa memadamkan kebakaran lahan milik warga

NUNUKAN.LK– Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Nunukan, meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dapat menindaklanjuti kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dilakukan berulang kali oleh oknum masyarakat.

“Agar ada efek jera terhadap pelaku, terutama oknum masyarakat yang sengaja berulang kali membakar kebun atau lahan miliknya,” kata Kepala Disdamkarmat Nunukan, Wahyudi Kawariyin, Jumat (01/05/2026).

Sejauh ini Disdamkarmat Nunukan hanya bisa sebatas mensosialisasikan larangan pembakaran lahan yang tidak memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan, tanpa bisa melakukan tindakan tegas hukum.

Sosialisasi dan himbauan berulang kali nampaknya tidak membawa perubahan, terbukti jumlah kebakaran lahan milik masyarakat masih terus terjadi sepanjang tahun 2026 dengan luasan beragam hektar.

“Kalau diimbau tidak mau, mungkin tindakan tegas dari APH bisa menyadarkan oknum pelaku pembakar lahan,” ucapnya.

Wahyudi menerangkan, periode Januari hingga April 2026 telah terjadi 8 kali kebakaran lahan kosong ditumbuhi pepohonan liar milik warga, dengan luasan mencapai puluhan hektar di pulau Nunukan dan Sebatik.

Mayoritas kebakaran merupakan kesengajaan dari pemilik lahan memanfaatkan musim kemarau panjang di tahun ini, tindakan ini sangat berbahaya karena ditakutkan api menjalar masuk ke pemukiman penduduk.

“Kami mohon kesadaran masyarakat tidak membuka lahan dengan membakar, resikonya sangat tinggi, apalagi di musim kemarau susah air,” tuturnya.

Seperti hal terjadi di pulau Sebatik, petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan kebakaran lahan kebun sekitar 7 hektar milik masyarakat di Jalan Somel Rt 08, Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik, Rabu 29 April 2026.

Kebakaran lahan awalnya dilaporkan ketua RT setempat ke Pos Pemadam Sektor Sebatik, personel Damkar menerjunkan sejumlah armada pemadam untuk melakukan pemadaman agar tidak menjalar terlalu jauh masuk ke kebun kelapa sawit

“Kobaran apinya menjalar sampai ke lahan kebun kelapa sawit di dekatnya, petugas pemadam sempat kewalahan menjinakan api,” terangnya.

Pemadaman api turut dibantu pula kepala desa, anggota Marinir TNI AL, personel Polsek Sebatik dan sejumlah warga setempat yang turun bersama ke lapangan untuk mempercepat proses pemadaman.

“Kekabaran ini bukan kali pertama, minggu lalu petugas Damkar Sebatik juga memadamkan api di lokasi yang sama,” ujarnya.

Titik api yang awalnya membakar lahan milik warga di RT 07 sempat padam karena diguyur hujan, namun setelah cuaca panas, api kembali berkobar cepat masuk ke kawasan RT 08 Desa Balansiku.

Berdasarkan keterangan Komandan pleton Damkar Sektor Sebatik, Mulyadi, kebakaran diduga kuat disengaja oleh oknum masyarakat yang ingin mempercepat proses pembersihan lahan kebun miliknya

“Membakar lahan di musim kemarau adalah tindakan berbahaya karena risiko terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tidak terkendali,” bebernya.

No More Posts Available.

No more pages to load.