Dibantu Lembaga Adat, Keluarga Korban Laka Speedboat Kembali Geruduk KSOP Nunukan

oleh -1,391 views
oleh
Pertemuan mediasi KSOP Nunukan dengan keluarga korban laka laut speedboat membahas tuntutan santunan kematian yang tidak kunjung selesai sejak Juli 2025

NUNUKAN.LK – Kantor Syahbandar dan Otorita Pelabuhan (KSOP) Nunukan, kembali digeruduk keluarga korban speedboat guna menuntut janji bantuan santunan yang tidak kunjung diselesaikan pihak speedboat SB Borneo Ekspress 2.

Orang tua dari motoris speedboat yang tewas dalam kecelakaan Emanuel Kabelen, dalam sesi mediasi di kantor KSOP Nunukan mengatakan, putranya Rexy Joseph Babalen merupakan tulang punggung keluarga.

“Kami sudah 5 kali bolak balik ke kantor KSOP Nunukan meminta kejelasan santunan, kami hanya janji-janji nanti dibantu uruskan, tapi sampai sekarang tidak jelas,” kata Emanuel, Senin (08/12/2025).

Mediasi yang dihadiri perwakilan Polres Nunukan, pejabat KSOP Nunukan, Dinas Perhubungan, Polair Polres Nunukan serta pemangku Adat Tidung Nunukan, berjalan penuh dengan emosi karena korban merasa dipermainkan pemilik speedboat SB Borneo Ekspress 2.

Emanuel menumpahkan rasa kekecewaan sambil mengenang anaknya Rexy yang tewas dalam kecelakaan bersama seorang penumpang perempuan asal pulau Sebatik bernama Siti Nurharisa (24).

“Keluarga kami serba kekurangan dan kehidupan kami semakin berat setelah Rexy meninggal dunia, keluarga Siti Nurharisa juga pasti merasa kesedihan yang sama,” tuturnya.

Merasa terus dipermainkan KSOP Nunukan dan pemilik speedboat SB Borneo Ekspress 2, kedua keluarga korban kecelakaan meminta bantuan kepada lembaga adat untuk mempermudah penyelesaian masalah.

Saya sudah capek mengurus ini, biarkan lembaga adat yang membantu semua masalah dua keluarga,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan Adat Tidung, Ismail dalam keterangannya menyesalkan berlarut- larutnya penyelesaian masalah. Selama ini pihak pemilik speedboat SB Borneo Ekspress 2 tidak pernah memiliki etika baik terhadap keluarga korban.

“Sejak kejadian kecelakaan 28 Juli 2025, mereka tidak pernah sekalipun datang meminta maaf ataupun sekedar menyampaikan permohonan maaf,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.