Cuaca Mulai Membaik, DPRD Nunukan Ingatkan Warga Tak Lagi Bakar Hutan dan Lahan

oleh -191 views
oleh
Kualitas udara di Pulau Nunukan dan Sebatik berangsur membaik pasca kabut asap kiriman selama satu pekan

NUNUKAN.LK – Kondisi cuaca dan kualitas udara di pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan mulai menunjukkan perbaikan setelah sebelumnya wilayah tersebut terdampak kiriman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di luar daerah.

Meski kondisi mulai membaik, masyarakat tetap diminta tidak lengah. Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan harus terus dilakukan agar kabut asap tidak kembali menyelimuti permukiman dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Cuaca sudah mulai membaik dalam dua hari ini, kabut asap sudah tidak lagi menutupi langit pulau Sebatik dan Nunukan,” kata Anggota DPRD Nunukan, Firman Haji Latif, Selasa (08/09/2026).

Untuk itu, anggota legislatif asal pulau Sebatik ini menghimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, terutama untuk membuka ataupun membersihkan lahan perkebunan.

Firman menerangkan, membaiknya kondisi cuaca dan berkurangnya kabut asap tidak berarti ancaman karhutla telah sepenuhnya berakhir. Pencegahan harus dilakukan bersama-sama agar kualitas udara tetap terjaga.

“Cuaca mulai membaik, tetapi masyarakat jangan sampai terlena kembali membakar hutan dan lahan, mari sama-sama menjaga kenyamanan hidup,” sebutnya.

Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik – titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nunukan telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Nunukan Nomor B/226/360/BPBD/VIII/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Antisipasi Dampak Sebaran Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan.

Dalam edaran tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan untuk berbagai kepentingan guna  tidak memperburuk cuaca yang dapat mengganggu kesehatan.

Akibat kabut asap pula, Dinas Pendidikan Nunukan sempat memperpanjang kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) pada 3 hingga 4 September 2026 karena kondisi udara yang belum membaik akibat kabut asap kiriman karhutla.

Kondisi kabut asap juga sempat menyebabkan jarak pandang terganggu di sejumlah wilayah Kalimantan Utara. Berdasarkan pemantauan BMKG, jarak pandang di Nunukan berada pada kisaran 1,5 hingga 6 kilometer, sementara kualitas udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat

Firman berharap membaiknya kondisi saat ini dapat dipertahankan dengan sama-sama menghindari pembakaran lahan dan hutan. walaupun tetap ingin membuka lahan, lakukan dengan cara lebih bijaksana.

“Sisa-sisa batang pohon yang lapuk kalau dibiarkan akan menjadi pupuk alami bagi tanaman,” tuturnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.