NUNUKAN.LK – Sebanyak 138 jamaah Calon Haji (Calhat) Kabupaten Nunukan, yang terbagi dalam kloter 7 dan 8 dijadwalkan berangkat dari embarkasi Balikpapan menuju Arab Saudi dalam 2 kali penerbangan yakni 06 – 08 Mei 2026.
Koordinator Penyelenggara Haji Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, H. Asdar mengatakan pemberangkatan Calhaj dibagi dalam dua kelompok masing-masing kloter 7 sebanyak 95 dan kloter 8 sebanyak 43 orang
“Kloter 7 merupakan Calhaj dari pulau Nunukan, adapun kloter 8 calhaj dari pulau Sebatik. Kedua kloter akan berkumpul di asrama haji Balikpapan,” kata Asdar, Rabu (22/04/2026).
Untuk memudahkan pemberangkatan, Pemerintah Nunukan bersama penyelenggara haji telah mengatur kloter 7 berangkat dari Nunukan menuju kota Tarakan tanggal 4 Mei 2026, sedangkan kloter 8 berangkat dari Sebatik tanggal 5 Mei 2026.
Setiba di kota Tarakan, seluruh jamaah calhaj diberangkatkan ke asrama haji kota Balikpapan, guna menjalani pemeriksaan kesehatan dan dokumen administrasi perjalanan dengan durasi waktu 1 hari.
“Seluruh biaya transportasi calhaj menuju asrama haji Balikpapan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Nunukan,” sebutnya.
Perubahan Rute
Rute perjalanan penerbangan jamaah calhaj tahun 2026 diperkirakan berbeda dari tahun-tahun sebelum, perubahan jalur ini atas permintaan Arab Saudi berkaitan adanya konflik perang di Timur Tengah.
Pengalihan jalur penerbangan otomatis berimplikasi terhadap durasi waktu perjalanan yang biasa normal dari embarkasi Indonesia menuju Arab Saudi sekitar 11 jam bertambah menjadi 14 sampai 15 jam.
“Kemarin sempat ada rencana pembatalan haji apabila perang semakin memanas, tapi selama Arab Saudi tetap membuka haji, maka keberangkatan tetap dilakukan,” ujarnya.
Asdar menerangkan, penerbangan embarkasi calhaj 2026 menggunakan jalur selatan via Samudra Hindia dan masuk melalui ruang udara Afrika Timur atau jalur aman lainnya dari konflik perang Timur Tengah.
Penambahan durasi penerbangan tentunya berdampak terhadap biaya penerbangan, Namun, perubahan atau kenaikan biaya sekitar Rp 1 triliun telah disepakati menjadi tanggungan Pemerintah Indonesia.
“Calhat hanya menambah waktu penerbangan. Untuk perubahan biaya transportasi ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah,” sebutnya.
Seluruh jamaah calhaj Kabupaten Nunukan tidak terganggu atas konflik perang di Timur Tengah, calhaj tetap bersedia diberangkatkan selama ada jaminan keselamatan dari pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.
Petugas pendamping haji yang disiapkan pemerintah telah pula memberikan gambaran keselamatan selama beribadah, dan informasi opsi perubahan rute perjalanan baik dari pemberangkatan Indonesia atau sebaliknya dari embarkasi Arab Saudi.
“Jadwal kepulangan calhaj dari Arab Saudi untuk kloter 7 tanggal 16 Juni dan kloter 8 tanggal 18 Juni, kemudian calhaj pulang ke Nunukan tanggal 19 Juni,” terangnya.




