“Khusus saat hari raya pengangkutan biasanya dilakukan sampai dua kali sehari mulai dari pagi, siang, hingga malam hari,” terangnya.
Khusus untuk pengendalian kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Nunukan menyatakan telah melakukan kesiapan penuh sejak bulan awal bulan Maret, personel secara rurin juga mensosialisasikan kewaspadaan dini akan kebakaran.
“Saya meminta 382 personel Damkar disiagakan 24 jam di 11 sektor Damkar guna mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadi kebakaran selama masa libur Idul Fitri.
Antisipasi lainnya kedaruratan adalah kesiapan RSUD Nunukan dalam membantu penanganan pasien selama waktu libur lebaran, dimana Instalasi Gawat Darurat (UGD) tetap beroperasi penuh 24 jam
Begitu pula untuk fasilitas seperti ruang ICU, PICU, serta dokter spesialis juga harus disiagakan, termasuk dukungan dokter tambahan dan memaksimalkan pelayanan kesehatan ditingkat Puskesmas.
“Selama libur lebaran seluruh Puskesmas yang memiliki UGD tetap tetap memberikan pelayanan 24 jam,” tegasnya.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Nunukan berharap seluruh perangkat daerah dapat bekerja sama memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik selama dengan normal tanpa alasan apapun.




