BPBD Nunukan Berjibaku 10 Jam Padamkan Kebakaran Lahan Seluas 9 Hektar

oleh -205 views
oleh
Tim gabungan BPBD Nunukan, Polres Nunukan, Brimob dan UPTD KPH Wilayah Nunukan, Kaltara, padamkan kebakaran lahan seluas 9 hektar di Kecamatan Nunukan Selatan

NUNUKAN.LK – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) milik masyarakat kembali terjadi di wilayah Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Minggu sore (10/05/2026).

Kepala Sub Bidang Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Hasanuddin, mengatakan titik kebakaran pertama berada di Jalan Anastasia Wijaya, Sedadap Rt 03 Kelurahan Mansapa, dengan luasan 8 hektar.

“BPBD Nunukan menerima laporan warga terkait munculnya titik api sekitar pukul 13.00 Wita dan terus berlanjut sampai pukul 17:30 Wita,” kata Hasanuddin, Selasa (12/05/2026).

Lokasi kebakaran yang terjadi di dua titik sangat menyulitkan petugas dalam memadamkan api, belum lagi lahan terbakar merupakan kawasan perbukitan dengan vegetasi kering yang dapat mempermudah api menjalar.

Upaya pemadaman dilakukan hingga pukul 22.00 Wita oleh tim gabungan BPBD Nunukan bersama Polres Nunukan, Brimob dan UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Nunukan, Kaltara dan warga setempat.

“Lama kebakaran sekitar 10 jam, tim gabungan masih bertahan di lokasi hingga pukul 22:00 Wita, untuk memantau perkembangan api yang sepenuhnya belum padam,” sebutnya.

Sementara itu, titik kebakaran lainnya terjadi di kawasan belakang Lapas Nunukan, Kelurahan Tanjung Harapan, menghanguskan sekitar 1 hektar lahan dan berhasil dipadamkan sore sekitar pukul 17:30 Wita.

Untuk mempercepat proses pemadaman, BPBD Nunukan mengerahkan mobil tangki Damkarhutla, mobil slip on, pompa apung, pompa gendong, hingga kendaraan roda dua untuk menjangkau titik api di medan sulit.

“Dilokasi kebakaran sangat minim air, hal itu menjadi tantangan serius bagi tim gabungan dalam memadamkan api di lahan cukup luas,” ucap Hasanuddin.

BPBD Nunukan menghimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena dapat memicu kebakaran lebih luas, terlebih saat cuaca panas dan kering melanda seperti saat ini.

“Mohon masyarakat pemilik lahan di Nunukan tidak membuka kebun dengan membakar, cuaca saat ini sangat berpotensi memicu kebakaran,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.