BNPB dan Pemkab Nunukan Kirimkan Logistik Bantuan Bencana Longsor di Krayan Selatan

oleh -215 views
oleh
Pengiriman logistik bantuan longsor Krayan Selatan menggunakan pesawat terbang dari Bandara Nunukan menuju Bandara Long Bawan Krayan Selatan

NUNUKAN.LK – Wakil Bupati Kabupaten Nunukan, Hermanus menghadiri pengiriman perdana bantuan logistik dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk masyarakat terdampak longsor di Kecamatan Krayan Selatan.

“Nanti dari pemerintah daerah ada juga paket bantuan yang secara teknis dikelola oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan,” kata Hermanus, Jumat (24/07/2026).

Pembangunan maupun perbaikan jalan di perbatasan Krayan Selatan merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kaltara. Peran pemerintah daerah hal ini sebatas penanggulangan dampak sosial yang terjadi bagi masyarakat.

Saat ini, Pemkab Nunukan dan Pemprov Kaltara terus melakukan koordinasi terhadap masa kedaruratan maupun penanganan jangka panjang dan permanen, terutama untuk akses jalan di Krayan Selatan yang masuk status jalan provinsi.

“Bencana hydrometeorologi di Krayan Selatan sudah terjadi sejak Januari 2026 dan puncak paling parahnya 07 Juli 2026 karena semua akses jalan semua tertutup longsor,” terangnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli BNPB, Kolonel (Purn) Agus Marsanto, mengatakan kehadiran BNPB dalam musibah longsor di Kecamatan Krayan Selatan merupakan bukti perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat yang berada di wilayah perbatasan RI.

“Saya diutus BNNP datang ke Kalimantan Utara (Kaltara) terkhusus di Nunukan untuk menyalurkan bantuan logistik untuk saudara yang sedang mengalami musibah longsor,” sebut Agus

Pengiriman logistik menggunakan pesawat perintis Mission Aviation Fellowship (MAF) dari bandara Nunukan menuju bandara Long Bawan, Kecamatan Krayan, mengangkut 400 paket makanan, 100 box paket hygine dan 100 kaleng susu balita.

Adapun isi paket bantuan berisi beras 5 kg sebanyak, gula pasir 1 kg, kornet 1 kaleng, sarden 1 kaleng, biskuit 4 jenis, 1 pack susu Dancow anak 390 gr, mie instan Indomie ayam bawang 5 bungkus.

“Tiap satu keluarga mendapatkan satu paket pack sembako, total bantuan sebanyak 400 paket sesuai jumlah kepada keluarga,” bebernya.

Bencana hydrometeorologi di Krayan Selatan yang dipicu oleh aktivitas cuaca dan iklim ekstrim, seperti siklus hidrologi, curah hujan, dan suhu telah menghambat arus lalu lintas transportasi dalur darat.

Meski bencana tidak berdampak langsung ke masyarakat, namun kejadian ini mengganggu mobilisasi pengiriman kebutuhan dasar karena seluruh jalan penghubung ke wilayah kecamatan lainnya tertimbun oleh longsoran tanah.

“Kebutuhan sembako masyarakat di sana mulai krisis akibat akses jalan putus total sejak awal bulan Juli 2026,” sebutnya.

Pengiriman paket sembako ke Krayan Selatan terbilang sangat berat karena jalur distribusi hanya mengandalkan penerbangan pesawat carter dengan biaya cukup tinggi sekitar Rp 90 juta sekali jalan.

Dengan kapasitas angkut pesawat MAF yang terbatas sekitar 600 kilogram, pengiriman barang diperkirakan mencapai 6 sampai 7 kali penerbangan tergantung iklim cuaca di Nunukan dan Krayan Selatan.

“Kalau dihitung-hitung ongkos carter pesawat tidak sesuai dengan nilai bantuan yang lebih rendah, tapi kita tidak bicara berapa nilai, ini misi kemanusian bagi masyarakat,” tuturnya.

Agus mengaku dirinya telah menyampaikan ke pimpinan BNPB soal tingginya biaya pengiriman paket bantuan dan menjelaskan akses tunggal jalur udara yang bisa dimanfaatkan menuju lokasi terdampak.

BNPB bersama Pemerintah Nunukan sempat membahas alternatif jalur darat pengiriman barang dari Krayan Induk menuju Krayan Selatan menggunakan hewan kerbau sebagai sarana pengangkut barang.

“Sempat terpikir menggunakan kerbau, tapi sepertinya tidak efektif dikuatirkan lambat sampai dan barang rusak di jalan,” bebernya.

No More Posts Available.

No more pages to load.