“Masyarakat diminta untuk memastikan kecukupan cairan selama beraktivitas di luar ruangan karena panas terik dapat mengakibatkan dehidrasi pada tubuh,” sebutnya.
Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan kebun atau membakar sampah sembarangan yang dapat memicu kebakaran.
“Tolong masyarakat pemilik lahan tidak membersihkan kebun-kebunnya dengan cara membakar. Saat ini suhu sangat panas dan kekurangan air,” terang Kasubsi Informasi BPBD Nunukan, Muhammad Basir.
Suhu panas yang terjadi beberapa hari ini mulai dikeluhkan masyarakat karena dalam waktu bersamaan embung-embung di pulau Nunukan dan Sebatik mulai kekurangan sumber air bahan baku guna produksi air bersih.
“Dalam satu pekan ini BPBD selalu menerima laporan kebakaran lahan, kami mengalami kendala dalam pengisian air di armada pemadam,” tutupnya.




