Berdiri di Karang Unarang, Bangunan Bagan Nelayan Sebatik Jadi Alat Pertahanan NKRI

oleh -
oleh
Anggota DPRD Nunukan asal pulau Sebatik, H. Firman Latif

NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Anggota DPRD Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), H. Firman Latif, menyampaikan terima kasih atas dukungan tokoh adat Tidung yang memudahkan masyarakat mendapatkan pohon nibung untuk bangunan bagan nelayan.

“Dulu sempat dilarang mengambil pohon nibung tanpa izin Dinas Kehutanan dan Perkebunan, tapi sekarang tidak lagi diberlakukan larangan itu,’ kata Firman, Senin (30/06/2025).

Penebangan pohon hibung mulai dipermudah setelah masyarakat meminta tokoh adat Tidung, H, Surai, memberikan surat rekomendasi untuk dimudahkan bagi nelayan pengambilan nibung sesuai kebutuhan.

Berbekal surat rekomendasikan itulah, Firman bertemu Lanal Nunukan meminta izin pengambilan pohon nibung karena berdasarkan hasil penelitian Dinas Kehutanan Provinsi Kaltara, kayu nibung masuk kategori sampah hutan.

“Nibung itu tidak termasuk kategori pohon dilindungi, bahkan bisa dikatakan sambah hutan,” bebernya.

Tidak sebatas sarana pencari ikan bagi nelayan perbatasan Indonesia, bagan dapat dikatakan sebagai alat pertahanan negara, karena posisi persis berada di garis perairan karang Unarang antara Indonesia – Malaysia.

Karena itu, keberadaan bagan sangat penting bagi ekonomi masyarakat dan pertahanan NKRI, sehingga sudah sewajarnya pemerintah Indonesia berterima kasih kepada nelayan yang selama ini menjaga garis pertahanan.

“Ada sekitar 200 bagan warga Sebatik berdiri di perairan perbatasan, nelayan-nelayan ini yang secara tidak langsung menjaga batas negara,” ucapnya.

Firman menerangkan, pengambilan pohon nibung memerlukan proses cukup panjang mulai dari menebang, kemudian diamkan berapa lama untuk menghilangkan duri dan getah. Selanjutnya nibung dirakit untuk dibawa ke lokasi bagan.

Kebutuhan pohon nibung akan meningkat dikala musim angin kencang, bisanya batang-batang nibung yang ditancap di laut sebagai bangunan bagan mengalami kerusakan atau miring dihantam ombak besar.

No More Posts Available.

No more pages to load.