NUNUKAN.LK – Anggota DRPD Kabuaten Nunukan, Kalimantan Utara, Tri Wahyuni, kembali menyalurkan bantuan 300 karung pupuk jenis NPK untuk dibagikan kepada kelompok-kelompok petani di wilayah Kecamatan Sebuku.
“Bulan Juli lalu kita sudah salurkan bantuan 80 karung pupuk jenis NPK dengan berat 50 kilogram per karung kepada kelompok tani,” kata Wahyuni, Kamis (20/11/2025).
Keberadaan pupuk bagi petani sangat penting karena selama ini pembelian pupuk subsidi sangat terbatas, apalagi banyak beredar pupuk palsu, sehingga petani takut dalam membeli pupuk di pasaran.
Bantuan pupuk diharapkan dapat meringankan beban biaya petani dalam memenuhi kebutuhan usahanya. Selain itu, bantuan pupuk tentunya akan semakin memacu semangat petani untuk terus mengembangkan perkebunannya.
“Ada 2 hal utama dibutuhkan petani di Sebaku, pertama jalan tani dan kedua bantuan pupuk,” ujarnya.
Wahyuni menerangkan, bantuan pupuk masuk dalam aspirasi masyarakat yang terserap dalam kegiatan Reses di Kecamatan Sebuku, banyak dari petani berharap bantuan pupuk terus diadakan setiap tahun.
Sebagai putra kelahiran Sebuku Wahyuni berjanji akan selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat, namun tidak semua usulan-usulan dalam reses bisa terealisasi cepat karena pengusulan anggaran mengacu pada skala prioritas.
“Menurut saya pupuk ini masuk skala prioritas karena tanpa pupuk hasil kebun petani pasti kurang baik. pupuk yang baik juga akan menghasilkan buah melimpah,” tuturnya.
Saat ini pemerintah daerah melalui DPRD akan terus mencoba untuk mendorong peningkatan hasil produksi masyarakat dan turut andil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan mengembangkan potensi yang ada.
Meski bantuan 300 karung pupuk belum memenuhi semua kebutuhan petani, tapi setidaknya petani sudah sangat tertolong dengan pupuk bantuan yang diperoleh secara gratis dan dipastikan asli.
“Sebenarnya bantuan pupuk ini belum memenuhi kebutuhan, tapi kami upayakan semua kelompok dapat meski hanya sedikit,” ujarnya.
Tidak hanya menyalurkan bantuan pupuk, Wahyuni mendatangkan konsultan dari perusahaan pupuk untuk mensosialisasikan kualitas dan jenis pupuk dan mengenali pupuk asli ditengah maraknya peredaran pupuk palsu.
Pengadaan pupuk sendiri menggunakan alokasi program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Nunukan tahun 2025. Kedepan, Wahyuni kembali berjanji akan menyiapkan pupuk bagi petani lewat Pokir dewan.
“Tiap kelompok kita bagikan 20 karung, Untuk petani yang belum kebagian bisa menunggu tahun depan,” bebernya.
Selama ini Kabupaten Nunukan memiliki kendala dalam pemenuhan pupuk. Stok pupuk subsidi yang disiapkan pemerintah sangat terbatas, sedangkan kebun-kebun petani butuh pupuk untuk meningkatkan kualitas panen.
“Mayoritas warga Sebuku, berkebun kelapa sawit, jadi kebutuhan pupuk sangat tinggi, makanya mereka sangat senang ada bantuan pupuk,” ungkapnya.

