Keberhasilan pemerintah daerah memberikan perlindungan kesehatan, terutama bagi masyarakat kurang mampu, erat hubungannya dengan kesejahteraan individu, karena ketika seseorang sakit dan tidak mampu berobat, maka terganggu jasmani dan rohaninya.
“Ketika seseorang sehat, maka pikirannya juga sehat, sebaliknya sakitnya badan seseorang ikut mempengaruhi pikiran dan kecerdasan seseorang,” bebernya.
Saat ini ada ribuan warga Nunukan yang berada di pelosok pedalaman Kabupaten Nunukan, belum menerima perlindungan kesehatan dari pemerintah daerah, karena masih terbatasnya ketersedian anggaran PBI.
Warga-warga tersebut hidup dalam keluarga kurang mampu yang apabila sakit akan kesulitan mendapatkan layanan kesehatan gratis. Keberadaan warga-warga seharusnya mendapat perhatian pemerintah lewat PIB maupun kemitraan kasih JKN.
“Keinginan kita menambah jumlah warga penerima jaminan kesehatan dan mencapai target UHC tahun 2025 tergantung DPRD Nunukan dan Pemkab Nunukan,” tutupnya.


