Anggaran BGN Belum Cair, Empat Dapur MBG di Nunukan dan Sebatik Berhenti Beroperasi

oleh -287 views
oleh
Petugas bagian dapur menyiapkan MBG untuk anak-anak sekolah di Nunukan

NUNUKAN.LK – Pelaksananan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dihentikan sementara waktu mulai Juni 2026.

Penghentian layanan MBG ini diambil bersamaan belum adanya pasokan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) kepada masing-masing manajemen SPPG di pulau Nunukan maupun pulau Sebatik.

“Sampai hari tanggal 17 Juni 2027 sudah ada 4 SPPG menyatakan penghentikan sementara pelayanan dapur MBG,” kata Koordinator SPPG Kabupaten Nunukan, Fitra Diani, Rabu (17/06/2026)

Adapun 4 SPPG menghentikan layanan dapur MBG masing-masing, SPPG Sebatik Timur sejak 15 Juni 2026. SPPG ini melayani 31 sekolah dengan jumlah murid sebanyak 3.141 dan 323 penerima manfaat ibu hamil, menyusui dan balita.

Kemudian, tertanggal 17 Juni 2026 kembali terdapat tiga SPPG menyusul penghentian operasional sementara yakni, SPPG Nunukan Timur 1 yang dikelola oleh Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah.

“SPPG Nunukan Timur 1 melayani 2.522 penerima manfaat dengan rincian 2.214 murid dari 18 sekolah dan 308 penerima dari 5 unit Posyandu,” sebutnya.

Selanjutnya, SPPG Nunukan Timur 2 yang dikelola Yayasan Mutiara Bumi Gemilang. SPPG tersebut melayani 2.064 penerima manfaat dengan rincian, 1.648 murid dari 15 sekolah dan 340 untuk 4 unit Posyandu.

Berikutnya, SPPG Sebatik Barat (Liang Bunyu) yang dikelola oleh Yayasan Aztrada Garuda Jaya. SPPG ini melayani 2.580 penerima manfaat yang terdiri dari 2.249 murid dari 14 sekolah dan sebanyak 331 untuk 6 unit Posyandu.

“Penghentian operasional MBG di Kabupaten Nunukan sudah disampaikan ke BGN dan masing-masing sekolah penerima manfaat,” sebutnya.

Fitri menerangkan, Koordinator SPPG Nunukan hari ini kembali menerima informasi terbaru tentang laporan penghentian operasional dapur MBG untuk SPPG Nunukan Barat terhitung mulai 18 Juni 2026.

SPPG Nunukan Barat melayani 3.310 penerima manfaat MBG dengan rincian, sebanyak 2.932 untuk murid dari 8 sekolah dan ditambah 378 sasaran penerima 7 unit Posyandu di Kecamatan Nunukan.

“Kalau hari ini ada tiga SPPG stop, besok Kamis 18 Juni 2026 ada lagi satu SPPG menghentikan sementara waktu operasionalnya,’’ sebutnya.

Terhentinya distribusi anggaran dari BGN ke pengelola layanan SPPG di daerah berdampak besar terhadap dukungan pelaksanaan dapur MBG karena tidak semua SPPG memiliki modal yang cukup membiayai kebutuhan operasional dalam waktu panjang.

“Kabupaten Nunukan memiliki 15 layanan SPPG. Tanpa anggaran dari BGN, sulit bagi SPPG membiayai kebutuhan operasional setiap harinya,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.