Andre Pratama Janji Prioritaskan Usulan Anggaran Perbaikan Plafon SDN 04 Sebatik Tengah

oleh -107 views
oleh
Kegiatan belajar murid kelas III SDN 04 Sebatik Tengah tetap berlangsung pasca ambruknya plafon sekolah pada Sabtu 05 September 2026

NUNUKAN.LK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nunukan menyampaikan rasa keprihatinan atas ambruknya plafon ruang belajar kelas III Sekolah Dasar Negeri (SDN) 04 Kecamatan Sebatik Tengah.

“Ambruknya plafon menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan siswa dan tenaga pendidik ketika menjalankan aktivitas belajar mengajar,” kata Anggota DPRD Nunukan, Andre Pratama, Senin (07/09/2026).

Andre menerangkan, kerusakan plafon ruang belajar SDN 04 Sebatik Tengah terjadi pada hari libur atau Sabtu 05 September 2026, meski mengalami kerusakan, kegiatan belajar tetap berlangsung di hari Senin.

Pekerjaan plafon beserta bangunan kelas belajar SDN 04 Sebatik Tengah dialokasikan Kementerian Pendidikan melalui dana APBN tahun 2023 bersamaan sejumlah sekolah di pulau Sebatik dan Nunukan.

“Sangat disayangkan bangunan baru berusia 3 tahun sudah mengalami kerusakan, kerusakan plapon ini terjadi pula sekolah SDN Kecamatan Sebatik Barat dan lainnya,” ucapnya.

Melihat urgensinya keberadaan plafon, Andre berjanji akan memprioritaskan usulan anggaran perbaikan atau pembangunan ulang plafon sekolah melalui APBD Nunukan tahun 2027.

Hanya saja, kata dia, pekerjaan plafon tentunya disertai catatan dan pertimbangan apakah tetap menggunakan konstruksi baja ringan dan gypsum sepertinya bangunan lama, atau mengganti dengan bahan plafon PVC plastik.

“Saya kira perlu diterimbangkan pekerjaan plaponnya, apakah tetap menggunakan gypsum atau ganti PVC atau menggunakan konstruksi lama berbahan kayu dan plywood,” jelasnya.

Beberapa kerusakan plafon di sekolah di pulau Sebatik telah dilakukan pekerjaan rehab di tahun 2026 menggunakan APBD Nunukan. Perbaikan sarana dan prasarana sekolah ini hasil monitoring DPRD di tahun 2025.

Andre meminta pihak sekolah memperhatikan kondisi plafon kelas lainnya, jika terlihat adanya kemungkinan ambruk, segera lakukan tindakan pemindahan ruang belajar atau menurunkan plafon guna antisipasi kemungkinan bahaya.

“Para guru dan anak-anak didik mohon bersabar, Saya perwakilan DPRD asal Sebatik pasti akan memperjuangkan anggaran perbaikan plafon,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 04 Sebatik Tengah, Hj. Sittiara Razak menerangkan, kerusakan plafon disebabkan oleh tetesan air hujan akibat bocornya atap bangunan sekolah.

“Kontruksi plafon menggunakan baja ringan kecil dan gibsun, jadi kalau ada tetesan rembesan air hujan pasti menyebabkan plafon semakin berat hingga ambruk,” jelasnya.

Kekuatiran sekolah tidak hanya terhadap ambruknya plafon kelas III, rembesan air akibat atap bocor terjadinya pula pada plafon kelas VI yang kondisinya hampir serupa yakni mendekati ambruk.

“Ruang kelas VI juga bocor atapnya, kami sangat berhati-hati ketika belajar, tapi kegiatan sekolah tetap berlangsung normal,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.